Diabetes Melitus: Segala Hal yang Perlu Kita Ketahui dari Penyakit Ini

Apa itu diabetes melitus
Diabetes

Apa itu diabetes melitus? diabetes atau biasa kita kenal dengan kencing manis merupakan salah satu penyakit yang berbahaya. Menurut data dari WHO (World Health Organization) atau Badan Kesehatan Dunia, pada tahun 2016 diabetes menduduki peringkat kedelapan sebagai penyakit penyebab kematian. Setidaknya sekitar 3,7 juta kematian di dunia disebabkan oleh penyakit ini.

Nama diabetes sendiri mulai terdengar dan menjadi bagian sejarah sejak tahun 1522 SM di peradaban Mesir kuno. Pada saat itu, seorang tabib bernama Hesy Ra menemukan sebuah penyakit misterius yang membuat penderitanya menjadi kurus. Penyakit tersebut juga memiliki ciri-ciri aneh yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Hesy Ra mendokumentasikan bahwa penderita akan kencing terus menerus dan menyatakan bahwa semut sangat tertarik dengan urine yang berasal dari penderita diabetes. Dari sini mereka menyimpulkan bahwa air seni penderita memiliki rasa manis yang dapat menarik hewan seperti semut.

Sejak saat itu, para tabib dan ahli kesehatan kuno mulai menemukan titik terang tentang penyakit misterius yang sempat disebut sebagai “penyebab daging dan anggota tubuh meleleh ke dalam urine” oleh Arateus, seorang dokter di Yunani pada tahun 150 Masehi.

Berabad-abad kemudian, mencicipi air seni merupakan satu-satunya metode yang digunakan untuk mendiagnosa diabetes. Meskipun aneh, metode ini sempat populer selama bertahun-tahun dan dianggap efektif untuk mendeteksi penyakit diabetes. Baru pada tahun 1800 an, beberapa ilmuwan mulai mengembangkan teknik kimia untuk mengetahui ada tidaknya kandungan gula dalam urine.

Setelah membaca sejarah diabetes di atas, tentu timbul banyak pertanyaan di benak kita. Apa sebenarnya diabetes itu? Apa penyebabnya? Bagaimana gejala penyakit ini? Apa akibatnya, dan bagaimana cara mencegah Diabetes Melitus menyerang tubuh? Jika itu pertanyaan yang muncul dalam benak Anda? Mari kita simak ulasan seru tentang segala hal yang berkaitan dengan diabetes berikut ini.

Isi Bahasan

Apa itu Diabetes Melitus?

Apa itu Diabetes
Apa itu Diabetes?

Sebenarnya, nama medis penyakit kencing manis berasal dari bahasa Yunani, yaitu “diabetes” yang berarti pancuran air dan “melitus” yang memiliki arti rasa manis. Menurut KBBI, diabetes atau kencing manis memiliki arti “penyakit yang menyebabkan air kencing yang diproduksi bercampur zat gula.”

Sedangkan menurut WHO diabetes melitus berarti,

“Diabetes mellitus is a chronic disease caused by inherited and/or acquired deficiency in production of insulin by the pancreas, or by the ineffectiveness of the insulin produced. Such a deficiency results in increased concentrations of glucose in the blood, which in turn damage many of the body’s systems, in particular the blood vessels and nerves.”

(Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh faktor keturunan dan atau kurangnya produksi insulin pada pankreas. Ketidaknormalan produksi insulin ini dapat mengakibatkan meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh dan menimbulkan kerusakan terhadap sistem dan organ, salah satunya pembuluh darah.)

Menurut beberapa pengertian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa diabetes mellitus merupakan penyakit jangka panjang yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah (glukosa) pada tubuh manusia. Tingginya glukosa dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan lain yang cukup buruk.

Glukosa sendiri bukan “pemanis” yang bisa kita temukan di toko-toko atau swalayan. Bahan kimia ini terbentuk secara alami di dalam tubuh dan dijadikan sebagai sumber energi. Kadar glukosa pada tubuh sebenarnya dikendalikan oleh beberapa hormon, salah satunya adalah insulin. Insulin merupakan hormon yang dibuat oleh pankreas.

Saat kita makan, pankreas membuat insulin untuk mengirimkan pesan pada sel lain di dalam tubuh. Insulin lalu memerintahkan para sel untuk mengambil glukosa dari darah. Glukosa tersebut oleh para sel dijadikan bahan pembuat energi. Sedangkan kelebihan glukosa disimpan ke dalam sel-sel sebagai glikogen.

Ketika kadar gula darah menurun pada tingkat tertentu, para sel lalu memecah glikogen dan menjadikannya glukosa untuk menciptakan energi. Jika pankreas bermasalah, tubuh secara otomatis tidak akan mendapatkan asupan insulin yang dibutuhkan.

Akibatnya, kadar gula menjadi tidak terkendali dan tubuh tidak bisa memecah glukosa menjadi energi. Inilah awal mula terjadinya penyakit Diabetes Melitus.

Bagaimana? cukup mudah dimengerti kan, tentang apa itu diabetes melitus. Selanjutnya kita pelajari apa yang menjadi penyebab diabetes melitus.

Penyebab Diabetes Melitus

Penyebab Diabetes Melitus
Penyebab Diabetes Melitus

Banyak orang berpendapat bahwa penyebab utama penyakit ini berasal dari faktor keturunan. Padahal penelitian membuktikan, gen yang diturunkan dari orang tua ke anak bukan satu-satunya hal yang menyebabkan munculnya penyakit diabetes melitus.

Gaya hidup dan pola makan merupakan penyebab lain munculnya penyakit diabetes. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, diabetes ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah akibat produksi insulin yang tidak normal. Peningkatan kadar gula ternyata tidak hanya disebabkan oleh faktor internal.

Faktor eksternal seperti makanan dan minuman yang kita konsumsi juga turut andil dalam meningkatkan kadar gula. Jika glukosa yang diproduksi tubuh dapat diubah menjadi energi, maka gula yang berasal dari luar tubuh seperti aspartam, sukrosa, dan gula hasil rekayasa kimia lainnya hanya akan menumpuk dan menjadikan kadar gula semakin meningkat.

Nah, berikut ini merupakan kebiasaan atau gaya hidup sehari-hari manusia yang menyebabkan munculnya penyakit diabetes melitus. Di antaranya,

Makanan dan Minuman

Makanan dan Minuman
Makanan dan Minuman

Siapa sangka segelas teh atau sepotong kue yang kita konsumsi setiap pagi dan sore merupakan salah satu penyebab munculnya penyakit kencing manis. Normalnya, tubuh hanya membutuhkan sedikit asupan gula dari luar untuk diubah menjadi energi.  Menurut WHO, asupan gula yang dibutuhkan manusia hanya sekitar 25 gram atau sekitar dua sendok makan perhari.

Sebagai gambaran, jika saat pagi kita minum segelas teh, siangnya minum teh botol dingin, sorenya minum satu botol minuman bersoda, dan malamnya minum minuman

berenergi atau segelas susu manis. Bisa dibayangkan berapa banyak gula yang kita konsumsi dalam sehari. Itu belum termasuk gula dalam nasi, kue, atau makanan lain.

Minuman teh botol biasanya mengandung 26 gram gula, sedangkan sepotong martabak manis dan satu botol minuman bersoda mengandung  sekitar 30 gram gula. Dari makanan dan minuman tersebut saja kita bisa membayangkan betapa mudahnya asupan gula harian terlampaui.

Gorengan dan Makanan Ringan 

Gorengan dan Makanan Ringan
Gorengan dan Makanan Ringan

Kandungan tepung dan gula pada gorengan atau makanan ringan seperti keripik, biskuit, dan coklat memiliki peranan penting dalam menaikkan kadar gula dalam darah dan kalori pada tubuh.

Bukan hanya diabetes, risiko kesehatan lain seperti gagal jantung dan obesitas juga bisa menyerang tubuh jika kita tidak mampu membatasi konsumsi gorengan dan makanan ringan. Untuk menghindari itu semua, mulailah untuk ngemil makanan sehat dan aman seperti edamame, kacang rebus, atau potongan buah segar.

Selain dapat menghindarkan tubuh dari risiko diabetes, konsumsi makanan sehat juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga terhindar dari virus atau bakteri penyebab penyakit lain.

Pola Tidur

Pola Tidur
Pola Tidur

Normalnya, manusia membutuhkan sekitar 6 sampai 8 jam sehari untuk mengistirahatkan organ tubuh mereka dengan tidur. Saat tidur, tubuh melakukan proses metabolisme. Metabolisme dalam tubuh tidak hanya bertugas untuk membakar karbohidrat, lemak dan protein menjadi energi.

Metabolisme juga berfungsi untuk mengubah glikogen menjadi glukosa sebagai bahan bakar tubuh dengan bantuan insulin. Karena itulah, pola tidur sangat berpengaruh terhadap normal tidaknya proses metabolisme pada tubuh kita. Jika metabolisme tidak berjalan maksimal, maka risiko terkena diabetes pun semakin besar.

Hasil penelitian para ahli dari University of Chicago memaparkan, kurang tidur selama tiga hari mengakibatkan kemampuan tubuh dalam memproses glukosa menurun secara drastis. Saat terjaga, nafsu makan manusia juga cenderung meningkat. Hal ini memicu mereka mengonsumsi makanan atau minuman manis saat malam hari yang berisiko meningkatkan kalori.

Akibatnya, kemampuan tubuh untuk memproduksi insulin terganggu, kolesterol dalam darah meningkat, dan risiko terkena penyakit diabetes pun semakin besar. Untuk menghindari hal ini, mulailah untuk tidur teratur. Kurangi begadang dan hindari makan atau ngemil saat malam hari.

Malas Olahraga dan Menggerakkan Badan

Malas Olahraga dan Menggerakkan Badan
Malas Olahraga dan Menggerakkan Badan

Menurut data dari WHO, kasus diabetes melitus di Asia terutama kawasan Asia Tenggara akan naik sekitar 90% selama 20 tahun ke depan. Penyebabnya cukup sederhana. Masyarakat di kawasan ini cenderung malas bergerak dan kurang menyadari pentingnya olahraga.

Mereka lebih memilih menggunakan sepeda motor daripada berjalan kaki atau bersepeda. Dr. Gauden Galea, penasihat WHO untuk kawasan Pasifik Barat mengungkapkan, semakin banyak seorang manusia bergerak dan memaksimalkan fungsi anggota tubuh mereka, semakin kecil pula risiko terkena diabetes melitus.

Kenapa begitu? Karena dengan banyak bergerak, tubuh juga akan mengonsumsi banyak energi sehingga tidak terjadi penumpukan glukosa atau gula dalam darah.

Stres

Stres
Stres

Stres merupakan gangguan mental atau emosional yang disebabkan oleh tekanan dari luar. Sama seperti air yang mengalir deras, stres akan menumpuk dan menimbulkan dampak yang merusak jika dibendung. Saat stres, tubuh akan mengeluarkan dua jenis hormon yaitu kortisol dan adrenalin.

Adrenalin dapat meningkatkan denyut jantung dan pasokan energi, sedangkan kortisol berfungsi untuk meningkatkan konsentrasi glukosa dalam darah. Glukosa merupakan salah satu bahan bakar yang dapat menciptakan energi dalam tubuh. Karena itulah, saat stres seseorang cenderung menunjukan reaksi fisik.

Misalnya, ketika dikejar anjing secara otomatis kadar energi dalam tubuh memuncak yang mengakibatkan kita berlari kencang. Begitu ancaman hilang, tubuh akan langsung berhenti memproduksi adrenalin dan kortisol. Inilah mengapa, untuk mencegah diabetes kita harus mengurangi stres.

Jika pikiran selalu dalam keadaan tertekan, tubuh akan memproduksi adrenalin dan kortisol terus menerus. Tanpa konsumsi energi yang aktif, maka bisa dipastikan kadar gula dalam darah senantiasa meningkat dan risiko terkena diabetes pun semakin besar.

Merokok

Merokok
Merokok

Sebuah penelitian di Amerika Serikat berhasil membuktikan, risiko perokok aktif terkena diabetes 22% lebih tinggi daripada nonperokok. Hal ini terjadi karena kandungan nikotin pada rokok dapat menyebabkan resistansi hormon insulin. Padahal keberadaan insulin sangat penting untuk menjaga kadar gula dalam darah.

Merokok tidak hanya menjadi penyebab diabetes, kebiasaan ini juga dapat memperparah kondisi penderitanya. Perokok biasanya mudah terkena peradangan pada bagian tenggorokan. Peradangan “biasa” ini akan menjadi luar biasa jika yang mengalaminya adalah penderita diabetes.

Kelebihan kadar gula pada darah penderita menyebabkan sistem imunitas menurun dan proses penyembuhan melambat. Jangankan peradangan, luka kecil yang dialami penderita diabetes saja dapat menyebar. Untuk menghentikan penyebaran, dokter biasanya akan melakukan tindakan amputasi.

Bisa dibayangkan kan akibat merokok pada manusia normal dan komplikasi yang ditumbulkan pada penderita diabetes? Jadi, masih tertarik untuk merokok?

Penggunaan Pil Kontrasepsi

Penggunaan Pil Kontrasepsi
Penggunaan Pil Kontrasepsi

Banyak pil kontrasepsi yang dibuat dari hormon seperti, hormon estrogen, progestin, atau campuran kedua hormon tersebut. Nah, pil kontrasepsi kombinasi dari hormon estrogen dan progestin inilah yang biasanya memicu perubahan kadar gula darah dalam tubuh.

Menurut dokter dari divisi Metabolik Endrokinologi dari RS. Cipto Mangunkusumo yaitu dr. Dyah Dyah Purnamasari S, Sp.PD, cara kerja pil kontrasepsi berlawanan dengan fungsi insulin dalam tubuh. Hal ini membuat pankreas bekerja maksimal untuk membuat insulin baru.

Jika dibiarkan, daya tahan pankreas akan menurun dan berakibat pada tidak terkontrolnya kadar gula dalam darah karena kekurangan insulin. Bagi yang memilih menggunakan pil kontrasepsi untuk mengontrol kehamilan, Anda tidak perlu khawatir.

Konsumsi pil kontrasepsi dalam batas wajar tidak akan menimbulkan penyakit diabetes melitus. Karena itulah banyak bidan dan dokter kandungan yang menganjurkan batasan konsumsi pil kb maksimal 5 tahun saja. Jika lebih, selain diabetes gangguan kesehatan dan hormon lainnya bisa menyerang tubuh.

Jarang Terpapar Sinar Matahari

Jarang Terpapar Sinar Matahari
Jarang Terpapar Sinar Matahari

Menurut salah satu jurnal tentang diabetes melitus, risiko terkena penyakit kencing manis terhadap seseorang yang memiliki asupan kalsium dan vitamin D tinggi cenderung kecil. Asupan gizi di atas bisa kita dapatkan dari makanan yang dikonsumsi setiap hari.

Selain makanan, paparan sinar matahari pagi secara langsung merupakan sumber vitamin D terbaik. Vitamin D sangat berguna dalam proses metabolisme tubuh. Jika asupan vitamin D cukup, secara otomatis proses metabolisme pun normal sehingga kadar gula dalam darah tidak menumpuk.

Sayangnya, beberapa orang terutama perempuan banyak yang takut berjemur karena tidak ingin kulitnya menjadi hitam. Akibatnya tubuh kekurangan vitamin D dan risiko terserang diabetes pun semakin tinggi.

Konsumsi Obat-Obatan Tertentu

Konsumsi Obat-Obatan Tertentu
Konsumsi Obat-Obatan Tertentu

Beberapa obat-obatan resep dokter mengandung bahan yang memiliki reaksi resistensi terhadap insulin. Statin misalnya, di satu sisi obat ini mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan mengurangi risiko gagal jantung dan stroke. Tapi di sisi lain, cara kerja statin berlawanan dengan insulin.

Akibatnya, kadar gula dalam tubuh menjadi tidak normal dan risiko terkena diabetes pun semakin besar. Gaya hidup sehat adalah kunci untuk mencegah ini semua. Semakin kecil kemungkinan untuk mengonsumsi statin, semakin kecil pula risiko terserang diabetes melitus yang mematikan.

Macam-Macam Diabetes

Macam Macam Diabetes
Macam Macam Diabetes

Sama seperti penyakit kanker atau tumor, diabetes melitus memiliki beberapa jenis dengan tingkat keganasannya masing-masing. Untuk mengetahui lebih jauh tentang macam-macam penyakit kencing manis, mari kita simak ulasannya berikut ini!

Diabetes Tipe 1

Diabetes Type 1
Diabetes Type 1

Penyebab utama diabetes tipe 1 adalah rusaknya sel beta pada pankreas yang menyebabkan tubuh tidak bisa memproduksi insulin. Ketiadaan insulin berakibat pada tidak terkontrolnya kadar gula dalam darah. Kasus diabetes tipe 1 banyak ditemukan pada orang dari berbagai usia.

Kebanyakan penderitanya berusia di bawah 40 tahun dan anak-anak. Bahkan menurut sebuah penelitian, diabetes tipe 1 sering menyerang anak-anak. Jika terserang penyakit ini, penderita membutuhkan asupan insulin dari luar untuk mengontrol kadar gula dalam darah.

Insulin buatan ini biasanya terbuat dari proses kimia yang terjadi dalam pankreas hewan seperti babi dan sapi. Insulin bisa disuntikkan secara langsung atau dipompa masuk ke dalam tubuh dengan alat khusus. Di antara semua jenis penyakit gula darah, diabetes melitus tipe 1 tergolong yang paling parah.

Diabetes Tipe 2

Diabetes Tipe 2
Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 terjadi karena sel pembuat insulin pada pankreas tidak mampu membuat insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Penyakit ini juga disebabkan oleh kerja insulin tubuh yang kurang maksimal atau dikenal juga dengan resistansi insulin. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup, pola makan, dan gen yang diturunkan orang tua pada anak.

Diabetes tipe 2 biasanya menyerang orang-orang berumur 40 tahun. Akan tetapi di kawasan Asia Tenggara yang menurut WHO rentan dengan kasus penyakit kencing manis, diabetes melitus tipe 2 dapat menyerang orang-orang yang berumur di bawah 25 tahun.

Dari seluruh penderita diabetes melitus di dunia, sekitar 80 hingga 95% merupakan penderita diabetes tipe 2. Pengobatan secara medis atau herbal bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini. Beberapa pasien memang membutuhkan insulin, tetapi kebanyakan penderita diabetes tipe 2 hanya perlu menjaga pola makan dan mengubah gaya hidup mereka.

Diabetes Neonatal

Diabetes Neonatal
Diabetes Neonatal

Diabetes Neonatal termasuk penyakit yang langka. Di Inggris, jumlah penderita penyakit ini tidak mencapai angka 100 orang. Meskipun begitu, Neonatal cukup berbahaya. Jika kadar gula darah seorang pasien berumur di bawah 6 bulan termasuk tinggi, maka bisa dipastikan bayi tersebut menderita diabetes Nenonatal.

Inilah letak perbedaan penyakit langka tersebut dengan diabetes tipe 1. Diabetes tipe 1 tidak pernah menyerang anak atau bayi berumur di bawah 6 bulan. Ada 2 macam diabetes Neonatal yaitu, Neonatal permanen dan transient (sementara). Untuk yang sementara, biasanya penderita akan kembali normal begitu memasuki umur 12 bulan. Sedangkan untuk yang permanen, penyakit tersebut akan kembali menyerang ketika si bayi beranjak remaja.

Kasus Neonatal permanen termasuk pelik, sekitar 50-60% penderita neonatal terdeteksi mengidap penyakit ini secara permanen. Pengobatan diabetes jenis ini hampir sama dengan diabetes tipe 2. Selain menjaga pola makan dan gaya hidup, penderita juga harus mengonsumsi obat-obatan khusus (bukan insulin) untuk mengontrol kadar gula dalam darah selain.

Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus
Diabetes Insipidus

Ciri utama penderita diabetes Insipidus adalah durasi buang air kecilnya yang berlebihan. Dalam sehari, penderita Insipidus bisa mengeluarkan air seni hingga 20 liter. Hal ini terjadi karena hormon antidiuretik (kontrol cairan) dalam tubuh pasien terganggu.

Penderita diabetes Insipidus biasanya selalu haus dan banyak minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang karena kencing terus menerus. Penyakit unik ini dibagi menjadi dua jenis yaitu, Insipidus Kranial dan Insipidus Nefrogenik. Kranial terjadi ketika hormon antdiuretik yang diciptakan hipotalamus berkurang karena kerusakan yang terjadi akibat infeksi, cedera, atau tumor otak.

Sedangkan Nefrogenik terjadi akibat ginjal tidak mampu bereaksi maksimal terhadap hormon diuretik yang diciptakan hipotalamus. Hal ini biasanya terjadi karena faktor keturunan atau penyakit. Penyakit yang menyerang ginjal bisa disebabkan virus, bakteri, dan gaya hidup penderitanya.

Meskipun kelihatannya sepele, diabetes insipidus bisa menyebabkan dehidrasi yang berujung pada kematian. Untuk pengobatannya, penderita bisa mengunjungi rumah sakit terdekat, melakukan terapi, dan mengubah gaya hidup agar ginjal bisa bekerja normal atau bahkan maksimal.

Diabetes Nefropati

Diabetes Nefropati
Diabetes Nefropati

Nefropati adalah penyakit ginjal kronis yang terjadi akibat komplikasi dari diabetes tipe 1 atau tipe 2. Ginjal manusia memiliki ratusan ribu nephrons, yang terdiri dari saringan (glomerulus) dan pembuluh halus (tubulus) yang berfungsi untuk menyaring darah, membuang limbah, serta mengendalikan keseimbangan cairan tubuh.

Nephrons pada ginjal lama-lama akan menebal, menjadi jaringan parut, dan rusak apabila tubuh kita terus memiliki kadar gula yang terlalu tinggi karena diabetes. Inilah yang penyebab ginjal kehilangan fungsinya dalam beberapa tahun. Awalnya, Nefropati tidak menunjukkan gejala khusus. Tetapi lama kelamaan penderita akan merasa lemas, lelah dan tidak bertenaga.

Penyakit ini disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat, makanan, dan minuman yang kita konsumsi. Pengobatan Diabetes Nefropati biasanya fokus pada penyembuhan dan pengembalian fungsi ginjal. Karena jika dibiarkan, Nefropati akan menyerang organ tubuh lain dan menimbulkan komplikasi seperti jantung, darah tinggi, stroke, hingga gagal ginjal.

Diabetes Gestational

Diabetes Gestational
Diabetes Gestational

Jika sebelumnya Anda tidak pernah memiliki riwayat diabetes tetapi saat hamil didiagnosa mengidap penyakit ini, maka bisa dipastikan Anda memiliki penyakit Diabetes Gestational.

Diabetes nonpermanen yang terjadi pada ibu hamil ini biasanya muncul akibat perubahan hormon yang membuat fungsi insulin menurun. Meskipun tidak permanen, tetapi baik ibu maupun janin yang dikandungnya memiliki risiko terkena diabetes lebih tinggi daripada orang normal.

Diabetes Gestational termasuk kasus diabetes langka. Penyakit ini hanya menyerang sekitar 3 hingga 4 persen ibu hamil di dunia.

Diabetes Basah dan Kering

 

Diabetes Basah dan Kering
Diabetes Basah dan Kering

Selain beberapa jenis diabetes di atas, di masyarakat banyak beredar istilah diabetes basah dan kering. Padahal dalam dunia medis, para ahli penyakit gula tidak mengenal jenis ini. Diabetes basah dan kering hanya istilah yang dikenal orang awam untuk menyebut jenis diabetes.

Diabetes basah digunakan untuk menyebut penderita dengan luka yang sulit sembuh dan cenderung infeksi, sedangkan diabetes kering digunakan untuk penderita yang tidak memiliki komplikasi luka. Pada orang normal, luka pada tubuh merupakan hal yang lumrah.

Tetapi jika hal itu dialami oleh penderita diabetes yang kadar gulanya sudah tidak bisa dikontrol, luka yang mereka dapatkan akan sulit sekali sembuh bahkan menimbulkan infeksi yang berujung amputasi. Dari hal inilah istilah diabetes basah didapatkan. Sedangkan bagi penderita diabetes kering, tubuh tanpa luka mungkin disebabkan oleh kadar gula yang masih bisa dikontrol.

Jadi meskipun sama-sama mengidap diabetes, luka yang dialami penderita diabetes kering akan mudah sembuh dan tidak menimbulkan infeksi. Sehingga muncullah istilah diabetes kering untuk menyebut pasien kencing manis tanpa luka yang terbuka dan sulit sembuh.
subbab ‘macam-macam diabetes’ – apa itu diabetes melitus

Tanda, Gejala, dan Ciri-Ciri Diabetes

Tanda, Gejala, dan Ciri-Ciri Diabetes
Tanda, Gejala, dan Ciri-Ciri Diabetes

Sama seperti penyakit lainnya, diabetes juga memiliki tanda, gejala, dan ciri-ciri yang dapat kita waspadai sejak dini. Secara umum, tanda-tanda seseorang mengidap diabetes melitus adalah,

Selalu Merasa Lapar

Selalu Merasa Lapar
Selalu Merasa Lapar

Meskipun sudah mengikuti jadwal makan secara teratur, penderita diabetes biasanya akan selalu merasa lapar. Hal ini disebabkan karena tubuh mengubah makanan menjadi glukosa dalam waktu yang singkat, sementara insulin yang dihasilkan pankreas tidak bekerja maksimal untuk mengontrol kadar gula darah.

Cepat Lelah

Cepat Lelah
Cepat Lelah

Tanda diabetes yang kedua adalah cepat lelah. Meskipun sudah makan, tubuh penderita diabetes akan cepat lelah akibat kekurangan energi. Hal ini terjadi karena insulin dalam tubuh berfungsi kurang baik sehingga makanan yang sudah diubah menjadi glukosa tidak akan bisa diproses menjadi energi.

Sering Buang Air Kecil

Sering Buang Air Kecil
Sering Buang Air Kecil

Normalnya, manusia akan buang air kecil sekitar lima sampai delapan kali dalam sehari. Sedangkan bagi penderita diabetes melitus, sehari mereka bisa berkali-kali ke kamar mandi. Hal ini terjadi karena glukosa yang seharusnya diserap tubuh sebagai energi langsung keluar dari tubuh melewati ginjal.

Cepat Haus dan Mulut Kering

Cepat Haus dan Mulut Kering
Cepat Haus dan Mulut Kering

Ciri-ciri ini merupakan akibat dari intensitas penderita diabetes buang air kecil Karena kekurangan cairan, tubuh akan mengirim sinyal haus ke otak sehingga kita akan selalu merasa haus. Selain haus, kekurangan cairan tubuh juga dapat membuat bibir dan mulut kering.

Kulit Terasa Gatal

Kulit Terasa Gatal
Kulit Terasa Gatal

Cairan dalam tubuh memang memiliki fungsi yang penting. Selain menjadi cepat haus dan membuat mulut kering, kondisi ini juga akan membuat kulit tubuh kehilangan kelembapannya. Jika kulit menjadi kering, reaksi yang sering dialami adalah timbulnya rasa gatal berlebih.

Nah, setelah mengetahui ciri-ciri umum penyekit diabetes melitus, sekarang mari kita bahas tentang gejala dan tanda-tanda penyakit ini berdasarkan jenisnya. Berikut ulasannya,

Tanda dan Gejala Diabetes Tipe 1

Tanda dan Gejala Diabetes Tipe 1
Tanda dan Gejala Diabetes Tipe 1

Selain mengalami gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, penderita diabetes tipe 1 biasanya akan mengalami rasa nyeri di bagian kaki dan penglihatannya semakin kabur. Karena tidak memiliki insulin yang dapat mengubah glokosa menjadi energi, secara otomatis tubuh akan memcah jaringan otot dan lemah sebagai sumber energi.

Akibatnya, penderita diabetes tipe 1 cenderung semakin kurus dan berat badannya turun drastis. Pada kasus yang lebih berat, penderita diabetes melitus tipe 1 bisa kehilangan kesadaran, sering mual yang disertai muntah, bahkan koma.

Tanda dan Gejala Diabetes Tipe 2

Tanda dan Gejala Diabetes Tipe 2
Tanda dan Gejala Diabetes Tipe 2

Gejala klasik diabetes tipe 2 adalah poliuria (sering kencing), polidipsia (sering haus), polifagia (sering lapar), dan berat badan turun drastis. Meskipun mirip dengan gejala diabetes tipe 1, perbedaan ciri kedua penyakit ini terletak pada komplikasi yang dialami penderita.

Karena masih dibantu asupan insulin dari luar, penderita diabetes tipe 1 bisa disebut sebagai penderita diabetes kering, Artinya, kita tidak akan menemukan luka yang besar dan infeksi pada tubuh pasien. Sedangkan diabetes tipe 2 bisa juga disebut diabetes basah.

Karena biasanya penderita diabetes jenis ini akan mengalami komplikasi berupa gatal-gatal dan infeksi pada luka yang dimiliki pasien.

Tanda dan Gejala Diabetes Neonatal

Tanda dan Gejala Diabetes Neonatal
Tanda dan Gejala Diabetes Neonatal

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Neonatal merupakan jenis diabetes yang hanya menyerang bayi berumur di bawah 9 bulan. Jadi ciri utama penyakit jenis ini bisa dilihat dari gejala-gejala umum diabetes. Jika bayi berumur di bawah 9 bulan memiliki gejala-gejala tersebut, maka bisa dipastikan bahwa dia merupakan penderita diabetes neonatal.

Tanda dan Gejala Diabetes Insipidus

Tanda dan Gejala Diabetes Insipidus
Tanda dan Gejala Diabetes Insipidus

Karena menyerang fungsi ginjal, ciri utama diabetes jenis ini adalah buang air kecil berlebihan yang dialami penderitanya. Selain kekurangan cairan, gejala ini juga menimbulkan komplikasi kronis lain seperti gagal ginjal, infeksi, dan cedera otak.

Tanda dan Gejala Diabetes Gestational

Tanda dan Gejala Diabetes Gestational
Tanda dan Gejala Diabetes Gestational

Selain gejala umum diabetes, ciri-ciri penderita diabetes gestational bisa dilihat dari kondisi fisiknya. Jika sebelumnya penderita tidak pernah didiagnosa diabetes tetapi ketika mengandung tiba-tiba mengalami gejala umum penyakit ini, maka bisa dipastikan pasien tersebut menderita diabetes Gestational.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, diabetes melitus jenis ini nonpermanen dan hanya terjadi pada ibu hamil.

Akibat Diabetes

Akibat Diabetes
Akibat Diabetes

Setelah membahas tentang tanda, gejala, dan ciri-ciri diabetes melitus secara umum maupun berdasarkan jenisnya, sekarang pembahasan beralih kepada akibat dari penyakit kencing manis. Meskipun yang bermasalah hanya satu hormon yaitu insulin, tetapi hal tersebut menimbulkan efek domino pada organ tubuh lainnya.

Tidak hanya pankreas saja, jantung, ginjal, bahkan otak pun bisa merasakan dampak buruk penyakit ini. Agar senantiasa waspada dan termotivasi untuk menjaga kesehatan, mari kita simak ulasan tentang akibat diabetes melitus di bawah ini

Hipoglikemia

Hipoglikemia
Hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan penyakit komplikasi akut yang disebabkan oleh rendahnya kadar gula darah di dalam tubuh. Hipoglikemia biasanya dialami oleh penderita diabetes melitus yang memiliki ketergantungan dengan suntikan insulin.

Hipoglikemia disebabkan karena penderita terlalu memaksakan diri saat berolahraga maupun diet. Ditambah asupan insulin dari luar, kadar gula darah menjadi tidak terkontrol dan cenderung rendah. Jika penyakit ini dibiarkan, kemungkinan terburuk yang akan dialami penderita adalah koma dan kematian.

Hiperglikemia

Hiperglikimia
Hiperglikimia

Kebalikan dari hipoglikemia, hiperglikemia merupakan penyakit akibat tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Penderita diabetes yang mengalami hiperglikemia biasanya terserang penyakit kardiovaskuler dan DHS atau Diabetic Hypersonolar Syndrome. Sindrom ini merupakan kasus unik dalam dunia medis.

Penderita diabetes yang memiliki komplikasi DHS biasanya mengalami pengentalan darah. Untuk mengencerkannya, tubuh akan mengambil cadangan cairan yang ada pada organ lain. Cairan yang sudah terpakai tersebut nantinya dibuang melalui ginjal. Inilah mengapa penderita diabetes cenderung poliuria (sering kencing).

Penyakit Kardiovaskuler

Penyakit Kardiovaskuler
Penyakit Kardiovaskuler

Kardiovaskuler terdiri dari dua kata yaitu, kardio (jantung) dan vaskuler (pembuluh darah). Jadi kardiovaskuler adalah penyakit yang merusak sistem pembuluh darah termasuk di dalamnya jantung dan urat-urat darah. Beberapa penyakit yang tergolong kardiovaskuler adalah: jantung koroner, tekanan darah tinggi, stroke, hingga gagal jantung.

Kandungan lemak (kolesterol) dan gula (glukosa) pada darah yang tidak terkontrol merupakan penyebab utama timbulnya penyakit kardiovaskular. Inilah mengapa, penderita diabetes rentan terserang penyakit lain yang menyerang pembuluh darah.

Gagal Ginjal

Gagal Ginjal
Gagal Ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ yang paling terdampak oleh penyakit diabetes. Penyebabnya sederhana, ketiadaan insulin membuat tubuh mencari alternatif lain untuk menciptakan sumber energi baru. Salah satunya adalah dengan memecah jaringan otot dan lemak untuk dijadikan sumber energi.

Sisa hasil pembuatan energi biasanya langsung dibuang melalui ginjal menjadi air kencing. Karena mengalami fase abnormal, ginjal dipaksa bekerja lebih berat daripada kemampuannya. Akibatnya, penderita diabetes memiliki risiko terkena penyakit gagal ginjal yang lebih tinggi daripada manusia kebanyakan.

Retinopati

Retinopati
Retinopati

Retinopati merupakan istilah untuk menyebut pendarahan pada pembuluh darah mata dan retina manusia akibat tingginya kadar gula dalam darah. Penyakit mata ini tidak memiliki gejala atau tanda-tanda khusus. Sehingga untuk mencegahnya, penderita diabetes perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Perkembangan Retinopati termasuk lambat sehingga dapat menimbulkan komplikasi serius yaitu kebutaan. Keadaan ini akan semakin cepat jika penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Kanker

Kanker
Kanker

Kanker merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya baik bagi orang normal maupun penderita diabetes. Tetapi pada penderita penyakit gula, risiko terkena kanker cenderung lebih besar. Hal ini disebabkan karena hormon insulin dalam tubuh penderita tidak seimbang dan kadar gula darahnya cenderung tinggi.

Sistem imunitas yang menurun dan tidak berfungsinya beberapa organ secara maksimal akibat diabetes juga bisa menjadi pemicu munculnya kanker dalam tubuh. Beberapa jenis kanker yang mungkin diidap oleh penderita diabetes melitus adalah,

  • liver,
  • pankreas,
  • endometrium,
  • usus dan rektum,
  • payudara,
  • dan kandung kemih.

Fatty Liver Disease

Fatty Liver Disease
Fatty Liver Disease

Fatty liver disease atau gangguan lemak hati bukanlah penyakit yang sering kita jumpai. Tetapi bagi beberapa penderita diabetes, risiko terkena penyakit ini cenderung besar daripada orang normal. Kandungan gula dalam darah yang cenderung tinggi (hiperglikemia) membuat lemak pada liver menjadi 10% lebih berat daripada liver normal.

Gangguan Saraf

Gangguan Saraf
Gangguan Saraf

Tingginya kadar gula dalam darah bukan hanya berbahaya pada organ tubuh tetapi juga saraf yang menghubungkan tiap organ. Gangguan saraf akibat diabetes bisa dideteksi dari kaki dan tangan yang terasa kebas, sulit orgasme, dan produksi keringat berlebih.

Depresi

Depresi
Depresi

Tanda-tanda dan gejala yang ditimbulkan penyakit diabetes melitus seringkali dapat membuat penderita merasa tertekan. Belum jika penyakit ini menimbulkan komplikasi serius yang sulit untuk diobati. Stres karena berbagai hal yang menyerang akibat diabetes ini dapat berakhir menjadi depresi.

Padahal depresi berpengaruh terhadap cara penderita diabetes mengontrol kadar gula darahnya. Selain itu, penderita diabetes yang depresi juga berisiko terkena penyakit lain yang lebih kronis dan berbahaya bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Pencegahan Diabetes

Cegah Diabetes
Cegah Diabetes

Siapa sangka penyakit yang awalnya berasal dari kondisi abnormal sebuah hormon, bisa menimbulkan berbagai penyakit lain yang berbahaya dan mematikan. Diabetes Melitus bukanlah hal yang bisa dianggap remeh, penyakit ini selama berabad-abad berhasil menjadi penyebab kematian banyak manusia yang kurang memperhatikan kesehatannya.

Meskipun beberapa pihak yakin diabetes merupakan penyakit turunan yang tidak bisa dicegah. Tetapi di zaman modern ini banyak orang telah membuktikan bahwa mengubah gaya hidup dan pola makan adalah awal dari pencegahan penyakit berbahaya tersebut.

Anda tidak perlu serta merta mengubah segalanya secara drastis, lakukan secara bertahap tetapi berkelanjutan. Karena bagaimanapun, lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?

Nah, di bawah ini merupakan beberapa tips sederhana mencegah diabetes yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ulasannya,

Jaga Berat Badan Agar Tetap Ideal

Jaga Berat Badan Agar Tetap Ideal
Jaga Berat Badan Agar Tetap Ideal

Kelebihan berat badan merupakan salah satu penyebab terjadinya diabetes tipe 2. Untuk mencegah hal ini, lakukan hal-hal yang dapat membuat berat badan tetap ideal dan sehat. Olahraga teratur dan makan makanan sehat merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan.

Untuk mengetahui berat badan ideal, gunakan rumus sederhana ini:

TB (tinggi badan) –110 = BB (berat badan) ideal

Jadi jika tinggi Anda sekitar 170 cm, maka berat badan idealnya adalah 60 kg.

Selalu Bergerak

Selalu Bergerak
Selalu Bergerak

Kurangnya aktivitas tubuh merupakan salah satu penyebab munculnya penyakit diabetes. Untuk mencegah hal ini, mulailah melakukan aktivitas fisik ringan agar tubuh senantiasa fit. Jika kurang suka berolahraga di gym atau pusat kebugaran, lari pagi memutari kompleks rumah mungkin bisa menjadi alternatif.

Memilih naik tangga daripada elevator, bersepeda ke kantor daripada naik angkutan umum, serta berkebun dan membereskan rumah daripada ngemil di depan TV bisa menjadi cara yang tepat untuk mencegah diabetes tanpa perlu bersusah payah mengeluarkan uang untuk membayar instruktur olahraga profesional.

Mengganti Pola Makan

Mengganti Pola Makan
Mengganti Pola Makan

Selain berolahraga, diet atau menjaga pola makan merupakan cara yang efektif untuk mencegah penyakit diabetes melitus. Karena disadari atau tidak, makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh memiliki dampak positif dan negatif. Dalam kasus diabetes melitus, makanan manis merupakan penyebab utama menumpuknya kadar gula darah tubuh.

Untuk menghindari ini, mulai sekarang cobalah untuk mengurangi asupan gula dari luar. Jika biasanya setiap pagi kita selalu minum secangkir teh manis, gantilah dengan segelas air putih. Jika biasanya kita hobi mengudap kue dan cake, mulailah untuk mengonsumsi potongan buah atau sejumput kacang Jepang.

Anda tidak perlu menyewa ahli gizi khusus untuk mengatur diet dan menu makanan sehari-hari. Batasi saja asupan gula agar tidak berlebih dan rajin berolahraga. Tujuannya tentu supaya kelebihan glukosa dalam tubuh bisa diubah menjadi energi dan menghindarkan kita dari penyakit diabetes melitus.

Berhenti Merokok

Berhenti Merokok
Berhenti Merokok

Bukan hanya dapat mencegah diabetes, berhenti merokok juga bisa memperkecil risiko terserang gagal jantung, kanker paru-paru, dan radang tenggorokan. Berhenti secara total mungkin terasa sulit. Untuk membiasakan diri, sibukkan hari-hari Anda dengan hal bermanfaat seperti membaca buku, berkebun, mereparasi mobil atau hal –hal menarik lain yang membuat lupa pada rokok.

Masak Makanan Sendiri

Masak Makanan Sendiri
Masak Makanan Sendiri

Tidur Cukup

Tidur Cukup
Tidur Cukup

Normalnya, manusia butuh sekitar 6 sampai 8 jam sehari untuk mendapatkan tidur yang efektif. Tapi terkadang karena aktivitas, gaya hidup, dan kebiasaan, kita hanya tidur secukupnya dan terbiasa terjaga saat malam hari. Padahal seperti yang sudah dibahas sebelumnya, salah satu penyebab diabetes adalah kurang tidur.

Agar risiko diabetes melitus menurun, mulai sekarang cobalah untuk tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi. Selain dapat membuat sistem imun meningkat, tidur cukup juga mampu membuat organ-organ tubuh bekerja secara efektif.

Hindari Stres

Hindari Stress
Hindari Stress

Stres merupakan penyakit mental yang diakibatkan tekanan dari luar. Tapi siapa sangka jika stres juga merupakan salah satu penyebab diabetes melitus. Karena itulah, untuk memperkecil risiko terserang penyakit ini sebisa mungkin hindari hal-hal yang menimbulkan tekanan pada pikiran.

Mulailah untuk berpikir positif terhadap kehidupan. Tidak semua hal harus kita selesaikan saat ini juga. Jadi jangan paksa diri sendiri untuk mengatasi segala masalah yang ada. Jalan pagi sambil menghirup udara segar atau menikmati matahari terbit mungkin bisa menenangkan pikiran.

Bagi yang suka laut, pergi berpiknik di tengah minggu mungkin bisa menjadi solusi terbaik untuk menghindari stres dan memperkecil risiko diabetes.

Pengobatan Diabetes

Pengobatan Diabetes
Pengobatan Diabetes

Ada dua macam pengobatan diabetes yang bisa dilakukan agar penyakit ini tidak menimbulkan komplikasi yang membahayakan. Pengobatan penyakit kencing manis ini bisa dilakukan secara medis atau dengan obat-obatan tradisional.

Bagi para penderita yang membutuhkan referensi, berikut merupakan ulasan tentang cara mengobati diabetes melitus berdasarkan jenisnya. Di antaranya:

Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 1

Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 1
Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes tipe 1 terjadi akibat tubuh tidak mampu membuat insulin sendiri. Hal ini terjadi karena sel beta pada pankreas yang bertugas membuat insulin tidak mampu bekerja maksima. Untuk mengobatinya, penderita diabetes tipe 1 biasanya membutuhkan suntikan insulin dari luar.

Pengobatan Secara Medis

Pengobatan Secara Medis
Pengobatan Secara Medis

Secara medis, insulin merupakan alternatif pengobatan terbaik untuk pasien diabetes tipe 1. Insulin biasanya disuntikan ketika tubuh menunjukkan reaksi karena kelebihan kadar gula darah. Insulin untuk diabetes juga hadir dalam berbagai jenis sesuai tingkat kebutuhan penderita. Beberapa insulin yang biasa digunakan adalah,

Short Acting Insulin

Short Acting Insulin
Short Acting Insulin
  • Humulin
  • Novoli

Rapid-Acting Insulin

Rapid-Acting Insulin
Rapid-Acting Insulin
  • Insulin Aspart (NovoLog, FlexPen)
  • Insulin Glulisine (Apidra)
  • Insulin Lispro (Humalog)

Intermediate-Acting Insulin

Intermdiate-Acting Insulin
Intermdiate-Acting Insulin
  • Insulin isophane (Humulin N, Novolin N)

Long-Acting Insulin

Long Acting Insulin
Long Acting Insulin
  • Insulin degludec (Tresiba)
  • Insulin detemir (Levemir)
  • Insulin glargine (Lantus)
  • Insulin glargine (Toujeo)

Insulin yang digunakan untuk menobati diabetes melitus tipe 1 merupakan bahan kimia buatan yang dibuat dengan struktur menyerupai insulin alami. Obat ini tidak bisa dimasukkan lewat mulut karena akan hancur oleh zat yang ada pada sistem pencernaan. Inilah mengapa insulin disuntikkan ke bagian perut.

Zaman dulu, obat diabetes ini dibuat menggunakan insulin yang dihasilkan babi dan sapi. Tetapi seiring perkembangan zaman, manusia akhirnya mempu merekayasa beberapa bahan kimia dan menciptkan insulin buatan yang sangat bermanfaat.

Pengobatan Secara Tradisional

Pengobatan Secara Tradisional
Pengobatan Secara Tradisional

Meskipun pengobatan secara medis cukup maju, bukan berarti kita boleh mengabaikan pengobatan tradisional yang tidak kalah berkhasiat. Untuk diabetes tipe 1 atau yang biasa dikenal dengan diabetes kering oleh masyarakat, ada beberapa pengobatan alternatif yang bisa dipilih untuk menyembuhkan penyakit ini. Di antaranya,

Buah Pare

Pare
Pare

Siapa sangka dibalik rasa pahit pare terdapat zat-zat yang dapat mengembalikan produksi insulin dalam tubuh. Selain itu buah ini juga dapat menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Untuk pengobatan, Anda bisa memakan pare dengan cara direbus, dibuat jus, atau ditumis dengan bumbu dan rempah alami.

Buah Mengkudu

Buah Mengkudu
Buah Mengkudu

Kandungan proxeroni pada buah berwarna hijau ini dipercaya mampu membuka pori-pori sehingga tubuh lebih mudah mendapatkan asupan nutrisi. Selain memberi nutrisi, mengkudu juga dapat menyembuhkan diabetes dengan cara menurunkan kadar gula darah. Untuk pengobatan, Anda dapat meminum ekstrak mengkudu dengan segelas air hangat.

Kunyit

Kunyit
Kunyit

Sejak dulu, kunyit dipercaya memiliki kandungan nutrisi yang tidak hanya dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh tetapi juga menyembuhkan beberapa penyakit. Diabetes salah satunya. Untuk pengobatan, Anda bisa memarut 2 rimpang kunyit lalu meminumnya dengan campuran air hangat dan sedikit garam.

Mahkota Dewa

Mahkota Dewa
Mahkota Dewa

Buah berwarna merah yang sekilas mirip cermai ini merupakan salah satu obat tradisional yang dipercaya mampu menyembuhkan penyakit kencing manis. Untuk mengobati diabetes melitus, Anda dapat meminum air rebusan buah mahkota dewa setiap hari.

Daun Brotowali

Daun Brotowali
Daun Brotowali

Sejak dulu, daun berwarna hijau ini sudah dipercaya sebagai salah satu obat tradisional paling manjur. Tidak heran jika dalam pengobatan diabetes, tanaman ini merupakan salah satu obat tradisional yang banyak direkomendasikan. Cara penggunaan daun brotowali cukup mudah. Anda hanya perlu merebus brotowali sekitar 15-20 menit lalu meminum air rebusannya secara rutin.

Pengobatan Diabetes Melitus Tipe 2

Pengobatan Diabetes Tipe 2
Pengobatan Diabetes Tipe 2

Diabetes melitus tipe 2 atau biasa dikenal masyarakat dengan diabetes basah merupakan salah satu jenis penyakit kencing manis yang dapat menimbulkan banyak komplikasi. Salah satu komplikasi yang dialami penderita adalah infeksi dengan luka terbuka besar.

Sama dengan tipe 1, diabetes melitus tipe 2 juga dapat disembuhkan dengan dua cara. Yaitu cara medis dan tradisional, berikut ulasannya!

Pengobatan Secara Medis

Pengobatan Secara Medis Diabetes Melitus Tipe 2
Pengobatan Secara Medis Diabetes Melitus Tipe 2

Beberapa penderita penyakit ini bisa disembuhkan dengan menggunakan insulin. Tetapi kebanyakan penderita diabetes tipe 2 hanya bisa disembuhkan dengan obat-obatan oral khusus, di antaranya:

Alpha-Glucosidase Inhibitors

Alpha-Glucosidase Inhibitors
Alpha-Glucosidase Inhibitors

Pengobatan ini berfungsi membantu tubuh mencerna makanan dengan pemanis dan gula buatan serta menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Biasanya, obat-obatan yang termasuk dalam jenis alpha glucosidae inhibitors dikonsumsi sebelum makan besar. Di antara obat-obatan yang termasuk dalam jenis ini adalah:

  • Acarbose (Precose)
  • Miglitol (Glyset)

Biguanides

image_please

Fungsi utama pengobatan biguanides adalah menurunkan kadar gula yang dibuat liver. Zat kimia ini juga dipercaya dapat mengurangi asupan gula yang diserap usus, membuat tubuh lebih sensitif terhadap insulin, dan membantu otot lebih mudah menyerap glukosa sebagai sumber energi.

Pengobatan jenis ini yang dikenal paling ampuh adalah metformin (Glucophage, Metformin Hydrochloride ER, Glumetza, Riomet, Fortamet).

Dopamine Agonist

image_please

Bromocriptine (Parlodel) adalah obat-obatan dopamin yang dibuat untuk menyembuhkan diabetes tipe 2. Meskipun belum ada penelitian yang membuktikan secara pasti bagaimana obat ini menyembuhkan diabetes, tetapi hasil di lapangan membuktikan bahwa dopamine agonist mampu mempengaruhi siklus tubuh dan mencegah resistansi insulin.

DPP-4 Inhibitors

image_please

DPP-4 inhibitors adalah obat yang dapat membantu tubuh memproduksi insulin. Obat-obatan ini bekerja dengan cara mengurangi kadar gula darah tanpa menimbulkan efek lain seperti hipoglikemia. DPP-4 inhibitors juga dipercaya dapat membantu pankreas memproduksi banyak insulin.

Berikut merupakan jenis obat-obatan yang termasuk dalam DPP-4 inhibitors, di antaranya:

  • Alogliptin (Nesina)
  • Alogliptin-metformin (Kazano)
  • Alogliptin-pioglitazone (Oseni)
  • Linagliptin (Tradjenta)
  • Linagliptin-empagliflozin (Glyxambi)
  • Linagliptin-metformin (Jentadueto)
  • Saxagliptin (Onglyza)
  • Saxagliptin-metformin (Kombiglyze XR)
  • Sitagliptin (Januvia)
  • Sitagliptin-metformin (Janumet and Janumet XR)
  • Sitagliptin and simvastatin (Juvisync)

Glucagon-Like Peptides

image_please

Obat-obatan jenis ini mirip dengan hormon alami yang disebut Incretin. Tugas dari hormon ini adalah meningkatkan kapasitas sel beta dan produksi insulin yang akan digunakan tubuh. Glucagon juga dipercaya dapat menurunkan nafsu makan dan kadar Glukagon yang dibutuhkan tubuh.

Semua fungsi tersebut sangat bermanfaat bagi para penderita diabetes. Untuk mengetahui obat apa saja yang termasuk dalam jenis ini, berikut daftar obat-obatan yang sudah disetujui oleh lembaga kesehatan dunia. Di antaranya,

  • Albiglutide (Tanzeum)
  • Dulaglutide (Trulicity)
  • Exenatide (Byetta)
  • Exenatide extended-release (Bydureon)
  • Liraglutide (Victoza)

Meglitinides

image_please

Obat-obatan jenis ini terbukti secara klinis mampu membantu tubuh membuat insulin. Meskipun begitu, obat-obatan jenis ini juga dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Tidak heran jika untuk mengonsumsi meglitinides, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter karena tidak semua penderita boleh mengonsumsi meglitinides.

Obat-obatan yang termasuk dalam jenis meglitinides adalah,

  • Nateglinide (Starlix)
  • Repaglinide (Prandin)
  • Repaglinide-metformin (Prandimet)

Pengobatan Secara Tradisional

Lidah Buaya

Lidah Buaya
Lidah Buaya

Tanaman berduri dan berdaging tebal ini memiliki kandungan aktif seperti Lektin, Antrakuinon, dan Manans yang bermanfaat untuk menyembuhkan diabetes. Konsumsi jus lidah buaya secara rutin dipercaya dapat menurunkan kolesterol sekaligus kadar gula dalam darah. Jus bisa dibuat dari bagian daging lidah buaya tanpa kulit berdurinya.

Selain dapat menurunkan kadar gula dalam darah, jel yang berada pada daging lidah buaya juga dapat menyembuhkan luka infeksi komplikasi diabetes tipe 2.

Jahe

Jahe
Jahe

Untuk mengontrol kadar gula dalam darah, Anda bisa meminum air rebusan jahe yang sudah dihancurkan kasar (geprek; Jawa). Selain itu jahe juga berfungsi membantu penyerapan gula darah ke otot sehingga tubuh tidak terlalu membutuhkan insulin.

Brokoli, Kale, Kembang Kol

Brokoli, Kale, Kembang Kol
Brokoli, Kale, Kembang Kol

Sayuran seperti brokoli, kale, dan kembang kol diketahui cukup efektif untuk mengatasi diabetes. Kandungan sulforaphane pada ketiga sayuran di atas telah terbukti secara klinis memiliki efek anti peradangan. Selain itu, brokoli, kaleng, dan kembang kol juga bermanfaat untuk melindungi pembuluh darah sehingga penderita diabetes terhindar dari penyakit jantung.

Blueberry

Blueberry
Blueberry

Blueberry merupakan salah satu buah yang kaya akan serat larut dan mampu mengontrol lemak. Selain itu blueberry memiliki hormon adiponekti yang berfungsi mengatur kadar gula darah. Untuk mengobati diabetes tipe dua, Anda dapat membuat jus blueberry atau memakan langsung buah ini.

Ikan Salmon

Ikan Salmon
Ikan Salmon

Dalam salmon terkandung protein tinggi yang baik untuk penderita diabetes. Ikan salmon juga diketahui memiliki khasiat terhadap pembuluh darah manusia dan mampu mengobati peradangan. Untuk memanfaatkan ikan salmon sebagai obat diabetes, Anda dapat mengolah obat tradisional ini dengan cara dipanggang atau dikukus.

Hindari penggunaan gula, garam, atau penyedap rasa untuk mendapatkan hasil yang maksimal bagi penderita diabetes melitus tipe 2.

Minyak Zaitun

Minyak Zaitun
Minyak Zaitun

Sebuah penelitian menyebutkan, minyak zaitun dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 70 %. Hal ini karena kandungan gizi dan nutrisi pada minyak zaitun dipercaya dapat menurunkan kadar gula darah sekaligus kolesterol dalam tubuh.

Ginseng

Ginseng
Ginseng

Di kawasan Asia Timur terutama Cina, ginseng telah dipercaya selama berabad-abad sebagi obat dari segala jenis penyakit, diabetes salah satunya. Berbagai kandungan alami dalam ginseng dipercaya mampu menurunkan kadar gula darah dan mengobati diabetes tipe 2 secara alami.

Makanan yang mengandung magnesium

Makanan yang Mengandung Magnesium
Makanan yang Mengandung Magnesium

Salah satu penyebab diabetestipe 2 adalah kurangnya asupan magnesium. Sebuah penelitian menemukan bahwa, kekurangan magnesium dapat berakibat pada terganggunya proses pembuatan insulin dan meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh.

Beberapa makanan yang mengandung magnesium adalah, segala jenis sayuran hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Gaya Hidup yang Mempengaruhi Munculnya Diabetes Melitus

Gaya Hidup yang Mempengaruhi Munculnya Diabetes Melitus
Gaya Hidup yang Mempengaruhi Munculnya Diabetes Melitus

Secara umum ada tiga hal yang menjadi penyebab utama munculnya penyakit diabetes baik tipe 1, tipe 2, maupun jenis diabetes lainnya. Tiga hal itu adalah faktor genetik, gaya hidup, dan pola makan.

Sejak dulu, faktor genetik selalu menjadi kambing hitam dalam munculnya penyakit diabetes. Meskipun hal ini tidak bisa dibantah, tapi sekitar 40 hingga 60 persen penyakit diabetes disebabkan oleh hal lain seperti gaya hidup dan pola makan. Rasio tersebut hampir sama dengan kemungkinan seorang anak terkena diabetes karena kakeknya mengidap penyakit serupa.

Jadi jika keluarga Anda ada yang memiliki riwayat diabetes, tidak perlu paranoid. Sebagai gambaran, seorang laki-laki yang mengidap diabetes tipe 1 memiliki kemungkinan 1:17 memiliki anak dengan diabetes tipe 1.

Bila seorang perempuan yang menderita diabetes tipe 1, maka anaknya memiliki risiko 1:25. Dengan catatan, sang anak lahir ketika ibunya berusia 25 tahun atau kurang. Jika wanita tersebut melahirkan pada usia 25 tahun atau lebih, risiko anaknya mengidap diabetes tipe 1 adalah 1:100.

Memiliki orangtua yang mengidap penyakit diabetes tipe 2 juga dapat meningkatkan risiko diabetes. Karena penyakit ini berhubungan dengan gaya hidup dan pola makan, orangtua mungkin menurunkan kebiasaan burukn tersebut kepada anak-anak mereka.

Lain lagi jika seorang anak memiliki orangtua yang sama-sama menderita diabetes tipe 2. Risiko terkena penyakit yang sama adalah 1:2. Tetapi bagi anak-anak dengan salah satu orangtua yang menderita diabetes tipe 2 dan didiagnosa sebelum usia 50 tahun, risikonya sekitar 1:7.

Dalam kasus diabetes gestational, risiko seorang perempuan hamil terkena diabetes akan meningkat jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat penyakit kencing manis. Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan, bahwa faktor genetik bukanlah penyebab utama munculnya diabetes.

Meskipun begitu, kita tidak boleh terlalu santai. Hidup dengan penderita diabetes terutama penyandang diabetes tipe 2 sedikit banyak akan mempengaruhi gaya hidup kita. Perubahan dari sendiri harus dimulai saat ini juga jika kita ingin terhindar dari penyakit kencing manis.

Gaya hidup seperti kebiasaan merokok, tidur, dan minum-minuman beralkohol sedikit banyak mempengaruhi naik turunnya risiko terserang diabetes. Begitu pula dengan pola makan. Untuk mencegahnya, kita bisa mulai dengan mengubah hal-hal yang sebelumnya menjadi kebiasaan.

Sebagai referensi, berikut beberapa referensi yang bisa kita terapkan dalam hidup untuk memperkecil risiko diabetes. Meskipun bagi Ayah, Ibu, atau anggota keluarag pengidap diabetes hal ini termasuk lambat. Tapi paling tidak kebiasaan baik berikut dapat mempercepat prose penyembuhan mereka agar bisa menjalani kehidupan secara normal lagi.

Hindari makanan ini!

Hindari Makanan Ini
Hindari Makanan Ini

Beberapa makanan baik disadari ataupun tidak, ternyata merupakan salah satu penyebab diabetes. Untuk mengurangi risiko, kurangi konsumsi makanan-makanan berikut. Jika perlu, hindari makanan di bawah ini dan gantilah dengan kudapan atau makanan yang lebih sehat.

  • Minuman bersoda
  • Gula berlebihan
  • Kue dan cake
  • Keripik
  • Biskuit
  • Makanan berlemak
  • Susu murni

Konsumsi makanan ini!

Konsumsi Makanan Ini
Konsumsi Makanan Ini

Makanan berikut selain dapat memperkecil risiko diabetes, ternyata juga mengandung gizi dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Di antaranya:

  • Sayuran
  • Buah-buahan
  • Kacang-kacangan
  • Makanan berprotein
  • Makanan yang mengandung magnesium

Olahraga

Berolahraga
Berolahraga

Sejak dulu olahraga merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah berbagai penyakit mampir ke dalam tubuh. Kebiasaan berolahraga seharusnya ditanamkan sejak dini agar saat dewasa anak bisa terbiasa untuk senantiasa aktif dan memperkecil risiko terserang diabetes.

Olahraga tidak selalu identik dengan pulast kebugaran, alat-alat olahraga berat, atau instruktur mahal. Lari pagi keliling kompleks, bersepeda bersama keluarga, atau naik gunung bersama juga bisa menjadi kebiasaan baik yang dapat memperkecil risiko terkena diabetes terutama bagi keluarga dengan riwayat penyakit kencing manis ini.

Mitos dan Fakta Tentang Diabetes

Mitos dan Fakta Mengenai Diabetes
Mitos dan Fakta Mengenai Diabetes

Sama halnya seperti kebanyakan penyakit, diabetes dikelilingi oleh berbagai mitos yang sempat dipercaya dan menjadi dasar praktik penyembuhan penyakit ini selama bertahun-tahun. Tetapi ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran membuktikan bahwa mitos ini hanya prasangka manusia belaka.

Banyak hal yang harus diluruskan agar penderita diabetes tidak terlalu tertekan dan merasa takut karena banyaknya mitos yang beredar di sekitar penyakit ini. Berikut beberapa mitos sekaligus fakta tentang diabetes melitus yang sering kita dengar:

Ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, Dr Sandra Utami Widiastuti SpPD,  menyebutkan ada 9 mitos diabetes yang kadung dipercayai masyarakat. Ia juga menjelaskan fakta yang benar tentang diabetes. Berikut ini penuturannya seperti dikutip Antara, Sabtu (12/10/2016):

No. Mitos Fakta
1. Diabetes bukanlah penyakit serius Menurut data dari WHO, angka kematian akibat diabetes cenderung lebih tinggi daripada yang diakibatkan AIDS dan kanker payudara sekaligus. Diabetes juga memiliki risiko dua kali lebih besar terhadap serangan jantung, jantung koroner dan stroke.
2. Diabetes tidak dapat dicegah Tidak semua diabetes dapat dicegah. Diabetes tipe 1 misalnya, penyakit ini merupakan kelainan sistem autoimun sehingga tidak dapat dicegah.

Sedangkan untuk diabetes tipe 2, risiko bisa menurun hingga 58% jika kita mulai berolahraga dan mengubah gaya hidup.

3. Penderita diabetes dapat merasakan jika kadar gula darahnya terlalu rendah dan terlalu tinggi Kadar gula darah yang terlalu tinggi kadang bisa diketahui ketika kita sering kencing dan merasa cepat haus.

Sama halnya dengan saat kadar gula darah rendah. Keadaan ini dapat dilihat dari gejala fisik seperti lapar, keringat dingin, mual atau pusing. Meskipun begitu, penderita diabetes tidak bisa selalu merasakan gejala-gejala ini.

Karena itulah penting sekali melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin.

4. Diabetes diturunkan menyilang, yaitu dari ayah ke anak perempuan atau dari ibu ke anak laki-laki. Baik anak perempuan maupun laki-laki memiliki risiko yang sama jika salah satu atau kedua orang tua mereka mengidap penyakit diabetes baik tipe 1 maupun 2.
5. Ada dua jenis diabetes, yaitu tipe basah dan tipe kering Menurut Dr. Sandra Utami Widiastuti, Sp.PD yang merupakan ahli penyekit dalam dari RS Siloam Jakarta, tidak ada istilah diabetes tbasah ataupun kering.

Istilah tersebut muncul karena anggapan bahwa pada penderita diabetes terjadi penurunan berat badan yang drastis dan tidak ada luka terbuka pada tubuh penderita (kering).

Sedangkan istilah diabetes basah muncul karena penderita diabetes memiliki komplikasi luka infeksi yang sulit sembuh dan cenderung bernanah.

6. Rasa urine penderita diabetes manis Meskipun mengandung gula, urine penderita tidak memiliki rasa manis sebagaimana permen atau makanan mengandung gula lainnya.
7. Obat diabetes merusak ginjal Ginjal rusak bukan karena obat tetapi akibat komplikasi penyakit diabetes yang semakin parah.
8. Diabetes adalah penyakit menular Diabetes tidak disebabkan oleh virus atau bakteri. Penyakit ini merupakan kelainan sel dan organ dalam tubuh manusia.

Sehingga jika kita melakukan kontak fisik secara langsung dengan penderita, kita tidak akan tertular.

Kebiasaan dan gaya hiduplah yang menyebabkan munculnya diabetes, bukan penularan.

9. Penggunaan insulin adalah tanda bahwa penderita tidak lagi memiliki harapan karena bergantung pada obat tersebut seumur hidup mereka Insulin seumur hidup hanya berlaku untuk penderita diabetes tipe 1. Sedangkan bagi tipe 2, pendampingan insulin bersama obat oral berfungsi untuk membantu kontrol kadar gula darah.

Sehingga meskipun dihentikan, ketiadaan insulin pada penderita diabetes tipe 2 tidak memiliki dampak apapun.

10. Penderita diabetes harus menghindari nasi panas jika ingin kadar gulanya menurun Baik nasi panas maupun dingin memiliki kadar kalori dan gula yang sama. Hanya saja, indeks glikemik nasi dingin cenderung turun sehingga mudah dicerna dan mencegah kenaikan gula darah dalam waktu yang cepat.

Tetapi secara medis, baik nasi panas maupun dingin sama baiknya untuk penderita diabetes.

Demikianlah segala informasi yang perlu Anda ketahui tentang diabetes melitus.

Sekarang anda lebih tahu dan paham tentang bagaimana dan apa itu diabetes melitus. Semoga artikel ini dapat meningkatkan kesadaran kita pada risiko, bahaya, serta akibat dari penyakit yang cukup berbahaya ini. Semoga bermanfaat.

Tambah wawasan anda, Pelajari penyakit lainnya yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *